Sejarah Nagari Sungai Puar

Sejarah Nagari Sungai Puar

Asal Usul Nagari Menurut tambo dan keyakinan masyarakat Nagari Sungai Puar yang diterima keterangannya dari orang tua-tua secara turun temurun bahwa leluhur atau nenek moyang orang Sungai Puar berasal dari Pariangan Padang Panjang yang menjadi asal seluruh orang Minangkabau yaitu dilereng timur Gunuang Merapi, Karena perkembangan nenek moyang yang beranak pinak, makin lama pemukiman yang mereka tempati makin terasa sempit, sehingga sebagian dari mereka berpindah mencari tempat pemukiman baru. Perpindahan ini dilakukan secara berkelompok (satu famili), sampai mereka menemukan tempat yang dianggap cocok untuk mendirikan pemukiman baru

Pada tempat yang dianggap cocok mereka membuat pemukiman baru dengan merambah hutan dan semak belukar dan mereka membuat pondok-pondok untuk tempat tinggal yang dinamakan dengan taratak

Demikianlah selanjutnya sehingga berdirilah taratak yang berdekatan. Masing-masing taratak dipimpin oleh Tuo Taratak yang belum lagi dipanggil penghulu. Kemudian Tuo-Tuo Taratak yang berdekatan itu mengadakan mufakat untuk mempersatukan taratak tersebut menjadi dusun

Pada tingkatan dusun penduduknya sudah lebih banyak, sudah ada tempat ibadah yaitu Surau. Dan mereka telah dapat mendirikan rumah yang sangat sederhana. Dusun dipimpin oleh seorang Tuo Dusun. Mereka sudah mempunyai dua buah suku yang berlainan tapi belum mempunyai penghulu. Selanjutnya perkembangan dusun meningkat jadi Koto dan selanjutnya menjadi Nagari. Selanjutnya Nagari merupakan pemukiman yang telah mempunyai kelengkapan balairung, masjid, balabuah batapian. Ditingkat nagari telah ada enam suku.

6 (enam) suku tersebut, yaitu:

  1. Sikumbang dengan 4 orang penghulu
  2. Caniago dengan 4 orang penghulu
  3. Koto dengan 11 orang penghulu
  4. Piliang dengan 8 orang penghulu
  5. Jambak dengan 4 orang penghulu
  6. Tanjung dengan 3 orang penghulu

Nagari Sungai Puar dahulunya terdiri dari 3 (tiga) buah Jorong yaitu:

  1. Jorong Sungai Puar (Pusat Nagari) meliputi Nagari, Kampuang Ampang, Kampuang Sungai Pua, Kampuang Pinang, Sawah Padang
  2. Jorong Muaro Palintangan, meliputi Kampuang Lubuak Ipuah dan Kampuang Muaro
  3. Jorong Data Sungai Puar meliputi Kampuang Data Aia Gadang dan Kampuang Data Sungai Puar

Di Kenagarian Sungai Puar terdapat 34 orang Penghulu yang disebut dengan “Niniak Mamak Nan Tigo Puluah Anam”. Kedudukan Penghulu tersebut adalah “duduak samo randah, tagak samo tinggi”. Di Balairung yang berlantai datar adalah tempat untuk mengambil putusan yang didasarkan kata mufakat dari penghulu (NiniakMamak) nan 36 (tigo puluah anam).

Scroll to Top